Beranda

DAFTAR BERITA

Senin, 18 Oktober 2010

27 Oktober, PLN Pasang Sejuta Sambungan Baru



AKRAB: Presiden SBY (kanan) berbincang-bincang dengan Dahlan Iskan (tengah) di Istana Negara, kemarin.(mustafa ramli/jp)
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan memasang 1 juta sambungan listrik baru. Program tersebut akan dilakukan serempak pada 27 Oktober mendatang. Penyambungan massal tersebut diharapkan bisa mengatasi antrean panjang permintaan sambungan listrik.

Dirut PT PLN Dahlan Iskan mengungkapkan hal itu dalam jamuan minum teh di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara khusus mengundang para pejabat dan karyawan PT PLN dan Bank BRI dalam jamuan tersebut.

”Sekarang teman-teman lagi kerja keras. Sehingga pada 27 Oktober, seluruh karyawan PLN akan berada di 1 juta rumah calon penyambungan,” kata Dahlan.

Dia mengatakan, saat ini masih ada 2,5 juta calon pelanggan yang masuk daftar tunggu. “Antreannya begitu panjang. Ada yang 3 tahun, ada yang 5 tahun,” kata Dahlan.

Dahlan menambahkan, meskipun krisis listrik saat ini sudah terpenuhi, PLN masih harus bekerja keras. Sebab, dengan teratasinya krisis, konsumsi listrik masyarakat menjadi bertambah. “Yang tadinya tidak berani memakai kulkas, menjadi beli kulkas,” ujar Dahlan.

Dalam jamuan minum teh kemarin, Menteri BUMN Mustafa Abubakar memuji PLN dan BRI sebagai dua perusahaan negara yang berprestasi tahun ini. PLN dinilai berhasil mengatasi byar pet akibat kekurangan pasokan daya. Sedangkan BRI dinilai paling mampu memenuhi target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menanggapi Mustafa, Dahlan mengatakan, membaiknya kinerja PLN karena memang didukung karyawan yang memiliki ide-ide brilian. “Jadi sebenarnya pekerjaan kami tidak seberat yang disebutkan Pak Menteri BUMN. Seandainya saya bisa mengarang lagu, pasti saya akan lebih banyak mengarang lagu,” tutur Dahlan, bercanda.

Presiden SBY mengatakan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pasti dibarengi dengan bertambahnya kebutuhan listrik. ”Tentu ada lompatan kebutuhan demand,” kata SBY.

Presiden menambahkan, saat ini pemerintah juga tengah giat menggalakkan pembangunan perumahan. Program tersebut juga membutuhkan banyak sambungan listrik. “Perumahan kita bangun, apa artinya tanpa listrik,” tambah SBY.

Untuk itu, SBY berharap PLN bisa bersama-sama pemerintah merampungkan program pembangkit 10 ribu MW tahap kedua. Menurut SBY, setelah berhasil, kebutuhan listrik juga masih akan bertambah. “Ini never ending goals,” ujar Presiden.(sof/jpnn)


sumber : kaltimpost

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Gunakan Kotak Komentar ini