Beranda

DAFTAR BERITA

Rabu, 04 Agustus 2010

CALON IBU KOTA INDONESIA

1.Balikpapan
Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 503,3 km² dan berpenduduk sebanyak 621.862 jiwa (2009). Motto kota Balikpapan yaitu "Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing" (bahasa Banjar) yang artinya adalah apabila memulai suatu pekerjaan harus sampai selesai pelaksanaannya. Logo dari kota yang sering dijuluki "Kota Minyak" (Banua Patra) ini adalah Beruang madu, binatang khas kota Balikpapan yang sekarang sudah mulai diambang kepunahan.
KONDISI GEOGRAFIS
Review: Secara geografis wilayah Kota Balikpapan terletak antara 116,5'-117,0' Bujur timur dan 1,0'-1,5' Lintang Selatan. Luas wilayah 50.330,57 Ha atau 503,3 Km2 (termasuk Hutan Lindung Suangi Wain 10.025 Ha dan Hutan Lindung Manggar 4,999,9 Ha), disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara, sebelah timur dan selatan dengan Selat Makassar, Sebelah barat dengan Kabupaten Penajam Paser Utara. Secara Topografi Kondisi Balikpapan umumnya berbukit-bukit dengan ketinggian berada pada selang 0-80 meter dari permukaan laut, daerah landai hanya ada di sepanjang pantai.
Secara geologis Balikpapan terdiri dari 3 formasi yaitu formasi Balikpapan bawah, formasi balikpapan atas, dan formasi balikpapan Kampung Baru.
Formasi balikpapan bawah dan atas terdiri dari batu pasir kwarsa dan lempung dengan sisipan lanau, serpih batu gamping dan batu bara, formsi tersebut sebagian besar berada di perkotaan sedangkan formsi kampung Baru terdiri dari batu pasir kwarsa dengan sisipan lempung lignit dan lanau yang berumur pliosen, letak formasi ini berada dibagian timur dan utara Kota Balikpapan.
Guna mewujudkan keseimbangan antar wilayah, disebelah utara kota Balikpapan terdapat Hutan lindung sugai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang ditetapkan sebagai daerah konservasi lahan kritis. Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Lindung Manggar yang ditetapkan sebagai daerah konservasi lahan kritis. Hutan lindung sungai wain memiliki luas 10.025 hektare dan Hutan Lindung Manggar 4.999 hektar. Kawasan ini ditetapkan sebagai daerah tertutup sejak tahun 1934 oleh Sultan Kutai.











2. Batam
Kota yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau ini memiliki luas wilayah daratan seluas 715 km² atau sekitar 115% dari wilayah Singapura, sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 1.570.35 km². Kota Batam beriklim tropis dengan suhu rata-rata 26 sampai 34 derajat celsius. Kota ini memiliki dataran yang berbukit dan berlembah. Tanahnya berupa tanah merah yang kurang subur.











4.Medan
Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.

Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut.








5. Palangkaraya
Kota Palangka Raya atau Palangkaraya adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini memiliki luas wilayah 2678,51 km² dan berpenduduk sebanyak 168.449 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 62,89 jiwa tiap km² (sensus 2003). Sebelum otonomi daerah pada tahun 2001, Kota Palangka Raya hanya memiliki 2 kecamatan : Pahandut dan Bukit Batu. Kini secara administratif, Kota Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, yakni : Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Sebangau, dan Rakumpit.

Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi Sungai Kahayan. Palangka Raya merupakan kota dengan luas wilayah terbesar di Indonesia.[1] Sebagian wilayahnya masih berupa hutan, termasuk hutan lindung, Konservasi Alam, serta Taman Nasional Tangkiling.


Saat ini terdapat jalan darat antar provinsi yang menghubungkan antara kota Palangka Raya dengan kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui jembatan Tumbang Nusa dan jembatan Barito yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3-4 jam secara nyaman. Sedangkan jalan darat antar provinsi ke kota Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan jalan rintisan melewati kabupaten Sukamara. Disamping itu jalan darat dengan 13 kabupaten di Kalimantan Tengah belum semuanya dapat dilalui dengan baik karena kondisi struktur tanah, kondisi jalan dan curah hujan.

Ditengah kota Palangka Raya sendiri terdapat jembatan Kahayan diatas sungai Kahayan yang menghubungkan kedua tempat yang biasa disebut dengan Pahandut dan Pahandut Seberang.









6.Papua
Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea.
Burung endemik Tanah Papua

Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), para nasionalis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.

Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.

Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli










7. Pekan Baru
Kota Pekanbaru merupakan ibukota provinsi Riau, Indonesia. Dengan luas sekitar 632.26 km² dan populasi mencapai 799.312 jiwa (2008) [1], Pekanbaru merupakan kota terbesar di daratan Riau. Pekanbaru merupakan garda utama dalam hal menjaga dan melestarikan kebudayaan Melayu yang menjadi visi tahun 2021. Bandara Sultan Syarif Kasim II, serta dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu Pelabuhan Pelita Pantai dan Pelabuhan Sungai Duku, merupakan pintu gerbang kota Pekanbaru. Perekonomian Pekanbaru sangat didukung oleh kehadiran perusahaan minyak Chevron Indonesia serta perkebunan kelapa sawit.

Secara geografis kota Pekanbaru terletak antara 101°14' - 101°34' Bujur Timur dan 0°25' - 0°45' Lintang Utara. Dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 5 - 50 meter.[3]. Pekanbaru terletak di tepi sungai Siak, serta persimpangan jalan yang menghubungkan Padang - Dumai dan jalur lintas timur.

Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34,1º C - 35,6º C dan suhu minimum antara 20,2º C - 23,0º C.

Penduduk kota Pekanbaru berjumlah 799.312 jiwa yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Penduduk asli kota Pekanbaru merupakan orang Melayu Riau yang banyak bermukim di tepi sungai Siak. Masyarakat Melayu Riau banyak berprofesi sebagai pegawai negeri, mengisi kantor-kantor pemerintahan setempat. Di samping penduduk asli, mayoritas penduduk Pekanbaru merupakan kaum pendatang. Etnis Minangkabau merupakan masyarakat terbesar, dengan jumlah sekitar 65% dari seluruh penduduk kota.[5]. Mereka umumnya berprofesi sebagai pedagang, guru, dan dokter. Selain orang-orang Minang, perekonomian kota banyak dijalankan oleh masyarakat Tionghoa. Perkebunan karet dan kelapa sawit banyak dikerjakan oleh penduduk asal Jawa.















1 komentar:

Anonim mengatakan...

pacet ae enak

Poskan Komentar

Silahkan Gunakan Kotak Komentar ini